Kamis, 18 November 2010

. . .

Sekelebat bayang lewat di depan mata
Sosok yang tak asing dilihat
Ku paham benar apa yang kulihat
Kemudian muncul bayang lain satu persatu
Walau kabur, seperti film tahun 80an namun tampak nyata
Semakin lama semakin banyak saja yang berlalu lalang di depanku
Satu dua tiga empat lima
Ku tak paham apa maksud ini semua
Enam tujuh lapan
Ternyata aku pernah berada di sana
Di lembar lembar yang terhampar jelas bagai film hitam putih itu, di depan mataku
Jelas, nyata, aku pernah merasakan semua itu
Semakin lama semakin banyak bayang yang berlalu, teringat jelas
Aku pernah tertawa, bahagia, melayang layang di udara
Karenanya
Tak lupa juga aku pernah menangis, meratap, menyesal
Juga karenanya
Sembilan sepuluh sebelas
Ada aku dan dirimu
Tiba tiba hati ini kembali ngilu
Ingat yang telah berlalu
Aku,kamu,rindu,dan sendu
Kenapa kau mengirim bayang ini kepadaku?
Seakan kau merekamnya dan sekarang kau mengirimnya kepadaku dalam bentuk film tahun 80an
Adakah kau disana juga sedang merasa?
Kabur. . .
Hilang
Film tahun 80an kini berubah menjadi tampilan MS Word 2007 dengan tulisan tak tentu